Sabtu, 12 Maret 2016

MATERI 1: PENERAPAN ERGONOMI DALAM INDUSTRI (SUB SISTEM PERNAPASAN, PENCERNAAN, DAN PEREDARAN DARAH)

Ergonomika adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dengan elemen-elemen dalam suatu sistem,  berasal dari kata  ergon yang berarti kerja dan nomos yang berarti aturan. Di dalam pembahasannya mengenai manusia, Ergonomika membagi menjadi beberapa subsistem. Subsistem tersebut adalah pernafasan, pencernaan, peredaran darah, pengindraan, kerangka, otot, dan saraf. Saat ini, kita akan membahas mengenai subsistem pernapasan, pencernaan, dan peredaran darah.

Sistem Pernafasan
Bernafas adalah kegiatan menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon-dioksida dan uap air. Sistem pernafasan mencakup dua hal, yaitu saluran pernafasan dan mekanisme pernafasan. Saluran pernafasan adalah lintasan dan tempat terjadinya pertukaran oksigen dengan karbondioksida. Saluran pernafasan terdiri dari rongga hidung, faring, trakea, bronkus, dan paru-paru yang terdiri dari bronkiolus dan alveolus sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida.
Di dalam sebuah industri, biasanya gangguan pernafasan disebabkan oleh debu dan partikel gas atau zat kimia. Orang-orang yang bekerja di industri keramik, kayu, dan rokok akan sering terpapar oleh debu hasil proses produksi. Sedangkan partikel gas atau zat kimia akan sering dihirup oleh orang-orang yang bekerja di industri obat-obatan, garmen, dan pengecatan mobil. Selain penyebab gangguan pernafasan tersebut, terdapat faktor lain yang mempengaruhi saluran pernafasan dan fungsi paru-paru. Faktor-faktor tersebut adalah usia pekerja, masa kerja pekerja, status gizi, dan ada atau tidaknya kebiasaan merokok dari para pekerja. Semakin tua usia pekerja, maka ketahanan tubuh terhadap penyakit akan semakin menurun. Begitu pula dengan status gizi yang buruk akan menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Maka dari itu, sering dijumpai gangguan pernafasan seorang pekerja mulai sering muncul seiring bertambahnya usia dan pada pekerja yang tidak memiliki gizi yang baik. Pekerja yang berada pada lingkungan kerja dengan kadar debu dan partikel gas kimia yang tinggi dalam waktu yang lama sangat beresiko terkena obstruksi paru-paru, yaitu penyakit paru-paru yang timbul akibat debu dan zat kimia. Selain itu, kebiasaan merokok pada pekerja juga dapat menimbulkan gangguan pernafasan baik bagi diri pekerja itu sendiri maupun orang lain disekitarnya. Asap rokok dapat menimbulkan penyakit bronkitis dan kanker paru-paru baik bagi perokok aktif maupun pasif.
Penerapan ilmu Ergonomi didalam sistem pernafasan pada industri dapat dilakukan dengan menggunakan masker dan respirator. Hal yang perlu diketahui adalah masker tidak sama dengan respirator. Masker adalah alat yang digunakan untuk mengurangi paparan debu atau partikel yang lebih besar sehingga partikel-partikel tersebut tidak masuk kedalam saluran pernafasan. Sedangkan respirator adalah alat yang menyerupai masker, namun digunakan untuk melindungi sistem pernafasan dari debu, kabut, uap logam, asap, dan gas-gas berbahaya. Selain itu, ventilasi udara yang baik juga dapat mendukung terjaganya saluran pernafasan pekerja, karena dengan adanya ventilasi maka pekerja dapat bernafas dengan baik.
Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan adalah sistem yang menerima makanan dan mengolahnya menjadi energy serta nutrien, dan mengeluarkan sisa-sisa proses tersebut. Berdasarkan KEPMENAKER NOMOR 51 TAHUN 1999, kebutuhan kalori berasarkan beban kerja digolongkan sebagai berikut:
1.      Beban kerja ringan      = 100-200 kkal/jam
2.      Beban kerja sedang     = 200-350 kkal/jam
3.      Beban kerja berat        = 350-500 kkal/jam
Penerapan ilmu Ergonomi untuk sistem pencernaan dalam suatu Industri dapat dilakukan dengan cara mengatur jadwal makan pekerja, mengatur kandungan makanan pekerja, adanya fasilitas toilet, wastafel, dan air minum, serta menyediakan sarung tangan bagi para pekerja. Jadwal makan pekerja di dalam suatu pabrik diatur berdasarkan jam biologis manusia dan pengaturan makanan yang disajikan harus memenuhi gizi dan kebutuhan pekerja sehingga kondisi tubuh pekerja selalu fit. Fasilitas toilet sangat diperlukan karena pekerja juga perlu membuang sisa proses pencernaan. Fasilitas wastafel dan sarung tangan sangat penting terutama untuk menjaga kehigienisan produk dan agar pekerja tidak makan dengan tangan yang kotor. Sedangkan fasilitas air minum harus dipenuhi agar kebutuhan cairan pekerja tetap terpenuhi.
Sistem peredaran darah
Darah di dalam tubuh digunakan sebagai “alat transportasi” nutrisi (seperti asam amino dan elektrolit), oksigen dan karbondioksida, dan hormon ke seluruh tubuh. Darah juga berfungsi untuk menstabilkan suhu dan PH serta mempertahankan homeostatis. Alat peredaran darah adalah pembuluh darah, kapiler darah, dan jantung.
Di dalam industri, gangguan peredaran darah yang biasanya terjadi adalah akibat dari getaran, stress kerja, anemia, varises, hipotensi, dan gagal jantung. Getaran dapat menyebabkan gangguan peredaran darah dan pernafasan serta kerusakan pada tulang. Untuk meminimalisir gangguan peredaran darah akibat getaran dapat dilakukan pemijatan. Stress kerja dapat terjadi akibat adanya tuntutan pada tubuh yang berlebihan. Stress dapat menimbulkan jantung koroner dan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Untuk mencegah stress yang terjadi pada pekerja, maka seharusnya perusahaan menempatkan pekerja tersebut sesuai dengan kemampuannya, menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, dan memberikan motivasi untuk para pekerjanya. Anemia adalah kekurangan zat besi didalam darah. Hal ini disebabkan karena pekerja tidak memakan makanan yang cukup bergizi, kurang istirahat, dan tidak meminum banyak air mineral. Varises adalah penyakit yang timbul akibat aliran darah yang tidak lancar. Penyakit ini sering didapatkan oleh pekerja yang banyak melakukan aktivitas dengan berdiri. Hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir seorang pekerja terkena varises adalah mengonsumsi makanan yang mengandung serat dan vitamin C, serta mengatur waktu duduk dan berdiri. Penyakit darah lainnya yang mungkin muncul didalam diri seorang pekerja adalah hipotensi atau tekanan darah rendah. Penyakit ini bisa saja muncul akibat cuaca udara yang lebih panas daripada biasanya. Maka dari itu, lingkungan kerja haruslah sejuk, pekerja harus banyak meminum air mineral dan vitamin C, serta banyak berolahraga. Penyakit yang terakhir adalah gagal jantung akibat berkurangnya pasokan darah keseluruh tubuh karena adanya gangguan pada peredaran darah di otot jantung. Untuk meminimalisir penyakit ini, pekerja dapat memakan makanan yang sehat, menjaga tekanan darah, dan menghindari rokok.
Penerapan ilmu Ergonomi untuk sistem peredaran darah dalam suatu Industri dapat dilakukan dengan membuat jadwal peregangan, adanya senam atau pemanasan dan pendinginan sebelum dan sesudah bekerja, memberikan makanan yang sehat dan bergizi serta menjaga suhu udara pabrik. Jadwal peregangan dapat membuat peredaran darah lancar karena otot-otot di dalam tubuh tidak terus menerus berada pada posisi yang sama. Pemanasan dan pendinginan sangat penting dilakukan karena dapat menjaga otot, sendi, tulang, dan peredaran darah tetap sehat. Makanan yang sehat dan bergizi dapat menjaga sistem pencernaan, selain itu makanan yang sehat dan bergizi juga peredaran darah tetap sehat. Sedangkan udara yang suhunya terjaga membuat pekerja dapat menjaga sistem pernafasan dan mencegah timbulnya penyakit hipotensi yang diakibatkan karena udara yang lebih panas daripada yang semestinya.

Dapat disimpulkan bahwa subsistem dalam Ergonomi saling berkaitan satu sama yang lain. Pernafasan tidak dapat berdiri sendiri, begitu pula dengan pencernaan dan peredaran darah. Nantikan artikel kami berikutnya yang membahas tentang subsistem ergonomi lainnya. Jangan lupa untuk selalu menerapkan ilmu yang sudah kita pelajari, sehingga hidup kita dapat menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar