Ergonomika adalah ilmu yang mempelajari
interaksi antara manusia dengan elemen-elemen dalam suatu sistem, berasal dari kata ergon yang
berarti kerja dan nomos yang berarti
aturan. Di dalam pembahasannya mengenai manusia, Ergonomika membagi menjadi
beberapa subsistem. Subsistem tersebut adalah pernafasan, pencernaan, peredaran
darah, pengindraan, kerangka, otot, dan saraf. Saat ini, kita akan membahas
mengenai subsistem pernapasan, pencernaan, dan peredaran darah.
Sistem
Pernafasan
Bernafas adalah kegiatan menghirup oksigen
dan mengeluarkan karbon-dioksida dan uap air. Sistem pernafasan mencakup dua
hal, yaitu saluran pernafasan dan mekanisme pernafasan. Saluran pernafasan
adalah lintasan dan tempat terjadinya pertukaran oksigen dengan karbondioksida.
Saluran pernafasan terdiri dari rongga hidung, faring, trakea, bronkus, dan
paru-paru yang terdiri dari bronkiolus dan alveolus sebagai tempat pertukaran
oksigen dan karbondioksida.
Di dalam sebuah industri, biasanya
gangguan pernafasan disebabkan oleh debu dan partikel gas atau zat kimia.
Orang-orang yang bekerja di industri keramik, kayu, dan rokok akan sering
terpapar oleh debu hasil proses produksi. Sedangkan partikel gas atau zat kimia
akan sering dihirup oleh orang-orang yang bekerja di industri obat-obatan,
garmen, dan pengecatan mobil. Selain penyebab gangguan pernafasan tersebut,
terdapat faktor lain yang mempengaruhi saluran pernafasan dan fungsi paru-paru.
Faktor-faktor tersebut adalah usia pekerja, masa kerja pekerja, status gizi,
dan ada atau tidaknya kebiasaan merokok dari para pekerja. Semakin tua usia
pekerja, maka ketahanan tubuh terhadap penyakit akan semakin menurun. Begitu
pula dengan status gizi yang buruk akan menyebabkan daya tahan tubuh menurun.
Maka dari itu, sering dijumpai gangguan pernafasan seorang pekerja mulai sering
muncul seiring bertambahnya usia dan pada pekerja yang tidak memiliki gizi yang
baik. Pekerja yang berada pada lingkungan kerja dengan kadar debu dan partikel
gas kimia yang tinggi dalam waktu yang lama sangat beresiko terkena obstruksi
paru-paru, yaitu penyakit paru-paru yang timbul akibat debu dan zat kimia. Selain
itu, kebiasaan merokok pada pekerja juga dapat menimbulkan gangguan pernafasan
baik bagi diri pekerja itu sendiri maupun orang lain disekitarnya. Asap rokok
dapat menimbulkan penyakit bronkitis dan kanker paru-paru baik bagi perokok
aktif maupun pasif.
Penerapan ilmu Ergonomi didalam sistem
pernafasan pada industri dapat dilakukan dengan menggunakan masker dan
respirator. Hal yang perlu diketahui adalah masker tidak sama dengan
respirator. Masker adalah alat yang digunakan untuk mengurangi paparan debu
atau partikel yang lebih besar sehingga partikel-partikel tersebut tidak masuk
kedalam saluran pernafasan. Sedangkan respirator adalah alat yang menyerupai
masker, namun digunakan untuk melindungi sistem pernafasan dari debu, kabut,
uap logam, asap, dan gas-gas berbahaya. Selain itu, ventilasi udara yang baik
juga dapat mendukung terjaganya saluran pernafasan pekerja, karena dengan
adanya ventilasi maka pekerja dapat bernafas dengan baik.
Sistem
Pencernaan
Sistem
pencernaan adalah sistem yang menerima makanan dan mengolahnya menjadi energy
serta nutrien, dan mengeluarkan sisa-sisa proses tersebut. Berdasarkan
KEPMENAKER NOMOR 51 TAHUN 1999, kebutuhan kalori berasarkan beban kerja
digolongkan sebagai berikut:
1.
Beban
kerja ringan = 100-200 kkal/jam
2.
Beban
kerja sedang = 200-350 kkal/jam
3.
Beban
kerja berat = 350-500 kkal/jam
Penerapan ilmu Ergonomi untuk sistem
pencernaan dalam suatu Industri dapat dilakukan dengan cara mengatur jadwal
makan pekerja, mengatur kandungan makanan pekerja, adanya fasilitas toilet,
wastafel, dan air minum, serta menyediakan sarung tangan bagi para pekerja.
Jadwal makan pekerja di dalam suatu pabrik diatur berdasarkan jam biologis
manusia dan pengaturan makanan yang disajikan harus memenuhi gizi dan kebutuhan
pekerja sehingga kondisi tubuh pekerja selalu fit. Fasilitas toilet sangat
diperlukan karena pekerja juga perlu membuang sisa proses pencernaan. Fasilitas
wastafel dan sarung tangan sangat penting terutama untuk menjaga kehigienisan
produk dan agar pekerja tidak makan dengan tangan yang kotor. Sedangkan
fasilitas air minum harus dipenuhi agar kebutuhan cairan pekerja tetap
terpenuhi.
Sistem
peredaran darah
Darah di dalam tubuh digunakan sebagai
“alat transportasi” nutrisi (seperti asam amino dan elektrolit), oksigen dan
karbondioksida, dan hormon ke seluruh tubuh. Darah juga berfungsi untuk
menstabilkan suhu dan PH serta mempertahankan homeostatis. Alat peredaran darah
adalah pembuluh darah, kapiler darah, dan jantung.
Di dalam industri, gangguan peredaran
darah yang biasanya terjadi adalah akibat dari getaran, stress kerja, anemia,
varises, hipotensi, dan gagal jantung. Getaran dapat menyebabkan gangguan
peredaran darah dan pernafasan serta kerusakan pada tulang. Untuk meminimalisir
gangguan peredaran darah akibat getaran dapat dilakukan pemijatan. Stress kerja
dapat terjadi akibat adanya tuntutan pada tubuh yang berlebihan. Stress dapat
menimbulkan jantung koroner dan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Untuk
mencegah stress yang terjadi pada pekerja, maka seharusnya perusahaan
menempatkan pekerja tersebut sesuai dengan kemampuannya, menciptakan lingkungan
kerja yang nyaman, dan memberikan motivasi untuk para pekerjanya. Anemia adalah
kekurangan zat besi didalam darah. Hal ini disebabkan karena pekerja tidak
memakan makanan yang cukup bergizi, kurang istirahat, dan tidak meminum banyak
air mineral. Varises adalah penyakit yang timbul akibat aliran darah yang tidak
lancar. Penyakit ini sering didapatkan oleh pekerja yang banyak melakukan
aktivitas dengan berdiri. Hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir seorang
pekerja terkena varises adalah mengonsumsi makanan yang mengandung serat dan
vitamin C, serta mengatur waktu duduk dan berdiri. Penyakit darah lainnya yang
mungkin muncul didalam diri seorang pekerja adalah hipotensi atau tekanan darah
rendah. Penyakit ini bisa saja muncul akibat cuaca udara yang lebih panas
daripada biasanya. Maka dari itu, lingkungan kerja haruslah sejuk, pekerja
harus banyak meminum air mineral dan vitamin C, serta banyak berolahraga.
Penyakit yang terakhir adalah gagal jantung akibat berkurangnya pasokan darah
keseluruh tubuh karena adanya gangguan pada peredaran darah di otot jantung.
Untuk meminimalisir penyakit ini, pekerja dapat memakan makanan yang sehat,
menjaga tekanan darah, dan menghindari rokok.
Penerapan ilmu Ergonomi untuk sistem
peredaran darah dalam suatu Industri dapat dilakukan dengan membuat jadwal
peregangan, adanya senam atau pemanasan dan pendinginan sebelum dan sesudah
bekerja, memberikan makanan yang sehat dan bergizi serta menjaga suhu udara
pabrik. Jadwal peregangan dapat membuat peredaran darah lancar karena otot-otot
di dalam tubuh tidak terus menerus berada pada posisi yang sama. Pemanasan dan
pendinginan sangat penting dilakukan karena dapat menjaga otot, sendi, tulang,
dan peredaran darah tetap sehat. Makanan yang sehat dan bergizi dapat menjaga
sistem pencernaan, selain itu makanan yang sehat dan bergizi juga peredaran
darah tetap sehat. Sedangkan udara yang suhunya terjaga membuat pekerja dapat
menjaga sistem pernafasan dan mencegah timbulnya penyakit hipotensi yang
diakibatkan karena udara yang lebih panas daripada yang semestinya.
Dapat disimpulkan bahwa subsistem dalam
Ergonomi saling berkaitan satu sama yang lain. Pernafasan tidak dapat berdiri
sendiri, begitu pula dengan pencernaan dan peredaran darah. Nantikan artikel
kami berikutnya yang membahas tentang subsistem ergonomi lainnya. Jangan lupa
untuk selalu menerapkan ilmu yang sudah kita pelajari, sehingga hidup kita
dapat menjadi lebih baik daripada sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar